Matematika mempunyai sisi lain yang menarik, tidak seperti yang kita kenal selama ini. Selama ini, kebanyakan dari kita menganggap Matematika sebagai ilmu kering dan hanya sebatas rumus yang berjubel. Akan tetapi dibalik kemisteriusannya, Matematika memiliki sejuta keunikan didalamnya. Keunikan-keunikan tersebut seperti pada bilangan ajaib yang kadang terasa tidak masuk akal, permainan yang membuat kita bengong-takjub, cerita konyol yang mengantar para ilmuwan matematika menemukan konsep matematika yang baru, visualisasi grafik bak lukisan yang indah nan menawan dari himpunan atau fungsi tertentu, dan lain sebagainya. Matematika itu sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu mathematika yang memiliki arti studi besaran, struktur, ruang, serta perubahan. Dari pengertian ini kita mengerti bahwa matematika itu pada dasarnya tidak hanya mempelajari tentang angka saja. Albert Einstein menyatakan bahwa sejauh hukum-hukum matematika merujuk pada kenyataan , mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk pada kenyataan. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam matematika yunani, terutama di dalam kara Euklides, yang berjudul ELEMEN. Metematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di arab pada tahun 800 M, hingga zaman renaisan, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini. Kini matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Tidah heran bahwa matematika itu dikenal sebagai mother of science, karena kegunaannya di berbagai ilmu penting lainnya. Selain perannya sebagai mother of science Matematika ternyata mampu mempengaruhi bahkan mengatasi krisis karakter yang melanda negeri ini. Dengan menerapkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemauan bekerjasama yang efektif. Cara berfikir seperti ini dapat dikembangan melalui Matematika karena matematika memiliki struktur dengan keterkaitan yang kuat dan jelas antara satu dengan lainnya serta memiliki pola pikir yang bersifat deduktif dan konsisten. Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstraksi, idealisasi, atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan masalah.
Sedikit mereview tentang masalah krisis karakter yang menimpa pejabat tinggi di negeri ini, pelbagai persoalan pasca reformasi Mei 98 yang masih terjadi dan belum terselesaikan, misalnya:
1.kerusuhan dan pembantaian massal yang bernuansa [istilah Orba] SARA seperti di Ambon, Poso, Sampit [Kalimantan], papua, dan terakhir kerusuhan di Koja antara Satpol PP dengan massa rakyat.
2.kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo (Jatim) yang entah karena riil bencana alam atau akibat kelalaian dan kerakusan manusia (pejabat/pengusaha).
3.belum adanya titik terang atas kasus Century Gate yang melibatkan banyak pihak [stake holder] termasuk juga indikasi terkaitnya orang nomor satu di negeri ini.
4.adanya makelar kasus [Markus] di Departemen Pajak dan Kepolisian yang telah menyeret Gayus Tambunan yang justru menumbalkan peniup sangkala-nya, Susno Duadji. Alih-alih menguak kebusukkan dan bobroknya instansi Kepolisian Republik Indonesia, malah "terpenjara" kepentingan instansinya sendiri.
5.usulan dana remunerasi sekian triliun rupiah di sejumlah lembaga tinggi negara yang sama sekali tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas dan mutu pelayanan public.
6.pengajuan dana aspirasi Rp 15 miliar oleh Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] dan dana perbaikan gedung DPR yang "miring" serta perumahan DPR sekitar 45 miliar rupiah.
7.kemenangan Anggodo atas Bibit - Chandara di pengadilan yang kian melemahkan citra Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK].
8.Pemilihan Kepala Daerah [Pilkada/Pemilihan Kada] yang hampir pasti dibarengi kerusuhan antar pendukung calon Kada dengan sesama pendukung lainnya maupun dengan kepolisian.
9.kasus video porno yang diindikasikan dilakukan oleh sejumlah artis popular masa kini yang meresahkan dan cukup menyedot perhatian media massa dan publik. Bisa saja ini sebagai pengalihan isu publik atas kasus korupsi [DPR] yang begitu besar dan jahat!
10.tercerabutnya kebudayaan asli Indonesia dari dunia pendidikan kita. Pendidikan hari ini hanya dimaknai sebatas kompetensi. Hal ini secara sadar sesungguhnya akibat liberalisasi dunia pendidikan. Berbondong-bondong lembaga sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia mengejar gelar atau label sekolah atau perguruan tinggi internasional. Padahal, melupakan sama sekali makna pendidikan sesungguhnya yang dicita-citakan oleh Raden Mas Suwardi Suryaningrat ( Ki Hadjar Dewantara) dan para founding father lainnya.
Segelintir masalah yang dihadapi negeri ini, seperti yang telah disebutkan sedikit contoh diatas. Tidak lain adalah dikarenakan krisis karakter yang sedang dihadapi negeri ini. Krisis bangsa masih saja menghinggapi negeri kita tercinta ini, jika tidak segera dicarikan rumusan dan jalan penyelesaiannya secara konkret maka negara-bangsa Indonesia akan cepat menuju pada istilah failure state atau negara gagal. Jero Wacik menjelaskan krisis karakter bangsa sudah terlihat dalam beberapa tahun ini, dan tidak sesuai dengan karakter bangsa. “Contohnya kebiasaan orang senang memaki satu dengan lainnya, korupsi, tidak sportif, tidak menghormati pemimpin, bahkan anak tidak lagi hormat pada orangtua,” kata JeroWacik. Dan disinilah sesungguhnnya Matematika berperan dalam kehidupan bermasyarakat, mengatasi krisis karakter yang sedang melanda negeri ini.
Proses pembangunan karakter bangsa memang tidak mudah dilakukan di negeri ini, apalagi ditambah dengan masyarakatnya yang senang berperilaku konsumtif, senang dengan produk luar negeri dibaningkan dengan produk dalam negeri sendiri, serba instant, negeri industri yang mesin-mesinnya berasal dari luar, budaya santai yang hanya mementingkan kesenangan-kesenangan saja tanpa mau bersusah payah untuk mendapatkannya, dan apalagi demam facebook yang melanda para generasi penerus yang lebih suka berceloteh ria lewat dunia maya ini dari pada memanfaatkannya untuk menambah pengetahuan yang sejatinya banyak sekali ilmu yang bisa kita peroleh dari world wide web ini. Akan tetapi bukan hal yang mustahil untuk merubah semua ini. Sebagai contoh Negara Singapura yang sekarang telah menjadi Negara makmur dan perkembangan sangat pesat. Selain dengan menerapkan dhisiplin ilmu Matematika untuk mengatasi itu semua, kesadaran tinggi dari setiap individu juga diperlukan untuk mengatasi ini semua. Dalam tujuan umum pendidikan matematika (Depdiknas, 2002: 3) menyebutkan berbagai peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah ditekankan pada kemampuan untuk memiliki:
1.Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain, ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
2.Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi
3.Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.Kemampuan-kemampuan di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.
Untuk mengatasi krisis karakter yang sedang menimpa negeri ini dibutuhkan beberapa metode dalam Matematika, salah satunya seperti yang diungkapkan Erman Suherman. Peranan matematika terutama sebagai sarana berpikir ilmiah oleh Erman Suherman (1995: 56) disebutkan kemampuan-kemampuan sebagai berikut :
1.Menggunakan algoritma (Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah melakukan operasi hitung, operasi himpunan, dan operasi lainya. Juga menghitung ukuran tendensi sentral dari data yang banyak dengan cara manual.)
2.Melakukan manipulasi secara matematika (Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah menggunakan sifat-sifat atau rumus-rumus atau prinsip-prinsip atau teorema-teorema kedalam pernyataan matematika)
3.Mengorganisasikan data (Kemampuan ini antara lain meliputi : mengorganisasikan data atau informasi, misalnya membedakan atau menyebutkan apa yang diketahui dari suatu soal atau masalah dari apa yang ditanyakan.)
4.Memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya (Kemampuan ini antara lain meliputi : menggunakan simbol, tabel, grafik untuk menunjukan suatu perubahan atau kecenderungan dan membuatnya)
5.Mengenal dan menemukan pola (Kemampuan ini antara lain meliputi : mengenal pola susunan bilangan dan pola bangun geometri.)
6.Menarik kesimpulan (Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menarik kesimpulan dari suatu hasil hitungan atau pembuktian suatu rumus.)
7.Membuat kalimat atau model matematika (Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan secara sederhana dari fonemena dalam kehidupan sehari-hari kedalam model matematika atau sebaliknya dengan model ini diharapkan akan mempermudah penyelesaianya.)
8.Membuat interpretasi bangun geometri (Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menyatakan bagian-bagian dari bangun geometri dasar maupun ruang dan memahami posisi dari bagian-bagian itu.)
9.Memahami pengukuran dan satuanya (Kemampuan ini antara lain meliputi ; kemampuan memilih satuan ukuran yang tepat, melakukan estimasi, mengubah satuan ukuran ke satuan lainnya.)
10.Menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.
Tentu saja bukan dengan hanya mengambil mentahnya saja dari metode tersebut. Akan tetapi metode tersebut merupakan landasan dasar untuk mengubah karakter .Dengan memahami setiap arti dari metode tersebut, kita dapat menyimpulkan bagaimana seharusnya kita bersikap. Pengambilan metode tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata seperti,
1.Menggunakan algoritma
melakukan operasi hitung yang berlandaskan dari ilmu hitung yang berperan dalam asuransi, biologi, sosial, industri, olahraga, antropologi, kependudukan, fisika, dan sebagainya. Ilmu hitung berperan membentuk seseorang yang berkarakter rasional dan mengedepankan logika. Tidak hanya menggantungkan nasibnya pada keberuntungan semata.
2.Melakukan manipulasi secara matematika
Manipulasi matematika mengajarkan kita untuk mencari alternatif lain agar kita bisa terus berjaya dan tidak hanya memusatkan pada satu sumber. Misalnya saja penemuan minyak dari pohon jarak yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada minyak tanah.
3.Mengorganisasikan data
Dengan oraganisasi data mengajarkan pada kita agar untuk selalu melihat perkembangan dari hari kehari sehingga dapat menjadi tolak ukur di kemudian hari.
4.Memanfatkan simbol
Simbol mengajarkan kita agar menunjukkan suatu perubahan dan membuatnya.
5.Mengenal dan menemukan pola
Hal ini mengajarakan kita akan mengenalkan diri kita pada pola kehidupan. Kehidupan yang berpola baik dan kehidupan yang berpola buruk, dengan mengenalnya maka kita tentu akan memilih berkehidupan dengan pola baik. Karena semua yang berpola dengan baik pasti akan lebih terarah.
6.Menarik kesimpulan
Dengan menarik kesimpulan kita akan mampu menilai apa yang terjadi disekitar kita. Sehingga kita diharapkan mampu untuk menuju ke hal yang lebih baik lagi.
7.Membuat kalimat atau model matematika
Kemampuan secara sederhana dari fonemena dalam kehidupan sehari-hari kedalam model matematika atau sebaliknya dengan model ini diharapkan akan mempermudah penyelesaianya.
8.Membuat interpretasi bangun geometri
Kemampuan menyatakan bagian-bagian dari bangun geometri dasar maupun ruang dan memahami posisi dari bagian-bagian itu.
9.Memahami pengukuran dan satuanya
Kemampuan memilih satuan ukuran yang tepat, melakukan estimasi, mengubah satuan ukuran ke satuan lainnya. Melakukan perubahan dengan berkala hingga target dipenuhi.
10.Menggunakan sarana teknologi untuk memajukan pendidikan sehingga meningkatkan Sumber Daya Manusia.
Begitulah sekiranya peran matematika dalam menghadapi krisis karakter yang sedang menimpa negeri ini. Selain itu semua, kesadaran diri pribadi juga diperlukan untuk mewujudkan impian-impian itu. Mengubah karakter bangsa yang sedang krisis saat ini memang tidaklah mudah, akan tetapi bukan berarti tidak bisa untuk mengubahnya. Dengan usaha yang keras dan tekan yang bulat mewujudkan karakter profetik di negeri ini pasti mudah. Sehingga disuatu hari nanti negeri yang damai, aman, tentram sentausa, jauh dari kemunkaran, bebas dari praktek kolusi, korupsi, nepotisme, dan semua rakyatnya sejahtera. Amin. Sehingga tidak ada lagi lagu darah juang ketika OSPEK karena negeri ini telah damai, aman, tentram sentausa, jauh dari kemunkaran, bebas dari praktek kolusi, korupsi, nepotisme, dan semua rakyatnya sejahtera, tentu saja dengan ridho dari Allah SWT.
Daftar pustaka
1.Sulistyono, dkk.2007.Matematika SMA dan MA.Erlangga:Jakarta.
2.Arodam’s weblog
3.lintas berita
4.barnawi’s blog
5.multimedia web server
6.abdul ghopur’s blog
7.http://rumahmatemematika.blogspot.com